WAHIDA, ALIA (2026) TERAPI BERMAIN ULAR TANGGA PADA WARGA BINAAN DALAM MANAJEMEN PENGENDALIAN MARAH DENGAN RESIKO PERILAKU KEKERASAN DI LAPAS PAKJO PALEMBANG TAHUN 2026. Diploma thesis, Poltekkes kemenkes palembang.
RAMA_14401_PO7120123056_FULL TEXT.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (6MB) | Request a copy
RAMA_14401_PO7120123056_HASILUJITURNITIN.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (40MB) | Request a copy
RAMA_14401_PO7120123056_KAJIETIK.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (819kB) | Request a copy
RAMA_14401_PO7120123056_01.pdf - Accepted Version
Download (418kB)
RAMA_14401_PO7120123056_02.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (954kB) | Request a copy
RAMA_14401_PO7120123056_03.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (216kB) | Request a copy
RAMA_14401_PO7120123056_04.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (2MB) | Request a copy
RAMA_14401_PO7120123056_05.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (331kB) | Request a copy
RAMA_14401_PO7120123056_06.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (317kB) | Request a copy
RAMA_14401_PO7120123056_07.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (4MB) | Request a copy
Abstract
Resiko perilaku kekerasan merupakan respons yang serius dan berbahaya yang sering ditemukan pada warga binaan di lembaga pemasyarakatan, terutama pada remaja yang memiliki riwayat kenakalan dan tindakan kriminal. Kondisi ini ditandai dengan kecenderungan individu untuk melakukan tindakan agresif secara fisik, verbal, maupun emosional yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Terapi bermain ular tangga merupakan salah satu intervensi keperawatan jiwa berbasis permainan yang dapat digunakan untuk membantu warga binaan mengelola emosi, meningkatkan kemampuan pengendalian marah, serta memperbaiki tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan secara menyenangkan dan terapeutik. Tujuan: Menggambarkan implementasi terapi bermain ular tangga pada warga binaan dalam manajemen pengendalian marah dengan resiko perilaku kekerasan di Lapas Pakjo Palembang. Metode: Desain yang digunakan adalah studi kasus deskriptif yang dilaksanakan selama 7 hari terhadap 4 warga binaan di Lapas Pakjo Palembang dengan diagnosa keperawatan risiko perilaku kekerasan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil: Setelah dilakukan terapi bermain ular tangga selama 7 hari, keempat warga binaan menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengendalikan emosi dan marah. Tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan mengalami penurunan yang signifikan, ditandai dengan berkurangnya ekspresi marah yang tidak terkontrol, peningkatan kemampuan komunikasi asertif, serta kemampuan menerapkan teknik relaksasi seperti tarik napas dalam. Kesimpulan: Terapi bermain ular tangga efektif sebagai intervensi keperawatan jiwa dalam membantu warga binaan mengelola emosi dan mengendalikan marah. Terapi ini dapat diterapkan sebagai bagian dari strategi pelaksanaan (SP) keperawatan jiwa untuk mengurangi risiko perilaku kekerasan di lingkungan lapas. Risk of violent behavior is a serious and dangerous response commonly found among inmates in correctional facilities, particularly among juveniles with a history of delinquency and criminal acts. This condition is characterized by an individual's tendency to engage in aggressive actions—physically, verbally, or emotionally—that may harm themselves or others. Snake and ladder play therapy is a game-based psychiatric nursing intervention that can assist inmates in managing emotions, improving anger control, and reducing signs and symptoms of violent behavior risk in an enjoyable and therapeutic manner. Objective: To describe the implementation of snake and ladder play therapy for inmates in anger management with risk of violent behavior at Pakjo Correctional Facility Palembang. Method: This study employed a descriptive case study design conducted over 7 days involving 4 inmates at Pakjo Correctional Facility Palembang with a nursing diagnosis of risk of violent behavior. Data were collected through interviews, observation, and documentation study. Results: Following 7 days of snake and ladder play therapy, all four inmates demonstrated improved ability to manage emotions and anger. Signs and symptoms of risk of violent behavior decreased significantly, as evidenced by reduced uncontrolled anger expression, improved assertive communication skills, and the ability to apply relaxation techniques such as deep breathing. Conclusion: Snake and ladder play therapy is effective as a psychiatric nursing intervention in helping inmates manage emotions and control anger. This therapy can be implemented as part of psychiatric nursing implementation strategies to reduce the risk of violent behavior in correctional settings.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Terapi Bermain Ular Tangga, Resiko Perilaku Kekerasan, Manajemen Pengendalian Marah, Warga Binaan Terapi Bermain Ular Tangga, Resiko Perilaku Kekerasan, Manajemen Pengendalian Marah, Warga Binaan |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > 14401-D3 Keperawatan |
| Depositing User: | Unnamed user with email D3perawatplg |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 07:05 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 07:05 |
| URI: | http://rama.poltekkespalembang.ac.id/id/eprint/3894 |
