Sari, Dhea Cind Mayang (2026) PENCEGAHAN INFEKSI PADA PASIEN VULNUS LACERATUM DENGAN RISIKO INFEKSI DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MOH.HASAN PALEMBANG TAHUN 2026. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG.
RAMA_14401_PO7120123036_01.pdf - Accepted Version
Download (237kB)
RAMA_14401_PO7120123036_02.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (666kB) | Request a copy
RAMA_14401_PO7120123036_03.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (222kB) | Request a copy
RAMA_14401_PO7120123036_04.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (492kB) | Request a copy
RAMA_14401_PO7120123036_05.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (180kB) | Request a copy
RAMA_14401_PO7120123036_06.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Download (153kB) | Request a copy
RAMA_14401_PO7120123036_07.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (2MB) | Request a copy
RAMA_14401_PO7120123036_FULLTEXT.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
RAMA_14401_PO7120123036_KAJIETIK.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
RAMA_14401_PO7120123036_HASILUJITURNITIN.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (25MB) | Request a copy
Abstract
Latar Belakang: Luka merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemui dalam praktik keperawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), salah satunya adalah Vulnus Laceratum atau Luka Robek. Vulnus laceratum memiliki tepi tidak rata, kedalaman bervariasi, dan berpotensi menimbulkan perdarahan serta komplikasi infeksi apabila tidak ditangani dengan tepat. Secara umum, kontaminasi pada vulnus laceratum dipengaruhi oleh mekanisme terjadinya cedera, tingkat kebersihan benda penyebab luka, serta lingkungan tempat terjadinya trauma. Kondisi infeksi pada luka dapat menghambat proses proliferasi jaringan, memperpanjang hari rawat, meningkatkan pembiayaan medis, hingga berisiko menimbulkan kecacatan fungsional pada anggota gerak tubuh pasien. Dukungan penatalaksanaan luka yang komprehensif berperan penting dalam mengontrol kontaminasi, sedangkan manajemen aseptik membantu meminimalkan kolonisasi bakteri. Salah satu tindakan krusial yang dapat diimplementasikan adalah penerapan pencegahan infeksi yang meliputi wound debridement (pembersihan luka) dengan cairan steril secara adekuat, penggunaan antiseptik yang tepat, serta penutupan luka menggunakan teknik aseptik yang konsisten. Metode: Desain studi kasus ini adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Studi kasus ini di lakukan di ruangan Instalasi Gawat Darurat RS Bhayangkara Moh.Hasan Palembang. Hasil: Hasil yang didapatkan menunjukkan adanya perbaikan kondisi luka dan proses penyembuhan jaringan tanpa disertai tanda-tanda infeksi pada keempat pasien, sehingga implementasi pencegahan infeksi (pembersihan luka dengan bersih dan teknik aseptik) terbukti berpengaruh signifikan dalam meminimalkan risiko kontaminasi bakteri dan mendukung pemulihan. Kesimpulan: Manajemen pencegahan infeksi yang komprehensif dan sesuai prinsip asuhan keperawatan efektif dalam mencegah terjadinya infeksi lokal maupun sistemik serta mempercepat regenerasi jaringan pada pasien dengan vulnus laceratum yang mengalami risiko infeksi. Intervensi ini terbukti berperan penting dalam memperbaiki kondisi klinis pasien dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Luka, Luka robek, Infeksi, Pencegahan Infeksi, Perawatan Luka |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > 14401-D3 Keperawatan |
| Depositing User: | Unnamed user with email D3perawatplg |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 03:08 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 03:08 |
| URI: | http://rama.poltekkespalembang.ac.id/id/eprint/2608 |
